Cintaku tidak akan pernah mati  

31 Maret 2009

Kurindu cayang dalam angan
Setiaku temani cayang seperti bulan
Luas cintaku melebihi lautan
Berharap jadi satu gumpalan awan

Jiwaku tenggelam sisakan bayang
Namun tegar pijakku bagai karang
Dan tak lekang oleh zaman dan terpaan gelombang
Meski arus pasang datang menghadang

Air mata cayang bagaikan erosi di hatiku
Inginku sejukkan saat tingginya suhu
Walau keras hati cayang seperti batu
Penantianku tak pernah membeku

Guratan senyum cayang takkan terganti
Paras maya wajah yang sangat berarti
Meski bumi enggan ber-rotasi
Cinta ini akan tetap abadi

AddThis Social Bookmark Button


CINTAKU HENY TRISEPTI WULANDARI  

Senyum cayang adalah bahagia ku
Tawa cayang adalah penghibur ku
Ceria cayang adalah damba ku
Suara cayang adalah obat kangen ku
Gelisah cayang adalah kebimbangan ku
Air mata cayang adalah kesedihan ku
Bersama cayang aku merasa bahagia
Cayang pelipur lara duka ku
Cayang pengiring suka, duka dan cita - cita ku
Bersama kita dalam hari-hari keberkahan
Ikatan ini berawal dari hati atas nama cinta
Jalinan ini bermula dari rasa atas nama sayang
Pertautan ini berasal dari angan atas nama rindu
Sungguh ini adalah cinta, sayang, dan rindu..
Cinta, sayang, dan rindu atas nama pengabdian kepada Rabbul Izzati
Malam ini bintang bersinar cinta, bulan tersenyum sayang, angin mendesir rindu
Wahai bintang, bulan dan angin
Sampaikanlah salam cinta, sayang, dan rinduku kepada
HENY TRISEPTI WULANDARI

AddThis Social Bookmark Button


KEKASIHKU  

30 Maret 2009

wahai malam..........
jangan kau redupkan sinar dihatinya
untuk selalu menjadi cahaya cinta dihatiku
ungkap segala gundah dan resah dalam jiwa
mekarkan bunga-bunga kerinduan dalam asmara

wahai sepi.........
jangan kau sembunyikan cintanya dariku
karena yang kuharap besar sayangnya kepadaku
bangunkan rindu yang resah dalam kalbu
usik lamunan di gelap asa yang tidak mengaku

wahai dingin........
jangan kau bekukan kerinduan di antara kami
karena cintaku selalu hadir dalam mimpi-mimpi
getarkan dawai-dawai cinta dalam hati
nyanyikan desir angin di tiap sudut sepi

wahai kekasih......
berikan aku setangkai kelembutan jiwa
untuk mampu mengungkap tirai-tirai asa tersisa
sampaikan ungkap jiwa dalam relung-relung rindu
kepadamu..........
wahai kekasih hatiku..........

AddThis Social Bookmark Button


BENARKAH CINTA?  

24 Maret 2009

Cinta adalah perasaan ingin disenangkan pasangan

Pasangan adalah milik pribadi yang harus menyenangkan

Pasangan tidak menyenangkan harus dimusuhi dan dicemburui

Itukah cinta ataukah ego yang terbungkus rapi…?

Egois adalah kalimat untuk orang lain , bukan untuk diri sendiri

Ketika orang lain memaksakan kehendak pada kita

Yang mengalahkan ego kita karena kalah daya dan kalah kuasa

Kita terlalu indah untuk disalahkan

Orang lainlah yang harus selalu salah dan egois

Tidak egoiskah itu…? Atau ego yang terbungkus kelemahan…?

Kelemahan adalah pilihan untuk selalu kalah

Ketika kalah , kita akan membuat alasan

Alasan dibuat untuk menutupi kesalahan

Ketika semua alasan tidak bisa diterima

Kesalahan akan kita buat indah dengan mengatakan : manusiawi

Manusiawi-kah manusia…? Mengapa saling berbeda…?

Manusiawi adalah kata yang diucapkan ketika melakukan kesalahan

Karena kesalahan kita harus terlihat wajar

Tidak diucapkan ketika melakukan hal dianggap benar

Karena benar yang dilakukan adalah kehebatan diri

Terlepas dari manusia yang lain dirinya lah yang hebat

Ketika kehebatannya tidak diakui orang lain terjadilah kekecewaan

Manusiawikah kalau kita selalu haus pujian…?

Kecewakah ketika orang tidak memuji kita…?

Kecewa muncul ketika keinginan dan kepentingan terhalangi

Kecewa muncul ketika gagal memaksakan apa yang kita mau

Bisakah untuk menutupi kekecewaan kita gunakan kata tawakal..?

Atau kita dengan memaksakan diri berusaha pasrah..?

Kekecewaan berkepanjangan akan menimbulkan perasaan marah

Marah muncul ketika kita merasa dirugikan

Marah tertuju pada siapapun atau apapun

Marah menimbulkan perlawanan

Perlawanan marah yang kalah akan menimbulkan ketidakberdayaan

Ketidakberdayaan menimbulkan kesedihan

Manusiawikah kita…?

Ketika Allah SWT berfirman orang beriman jangan bersedih hati…

Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu…

Kita membangkang dengan selalu menikmati marah dan sedih…

Lebih tahukah manusia daripada Allah SWT mengetahui…

Manusiawikah kita…? Atau kita merasa tuhan untuk diri sendiri…?

Kesedihan perlu teman dengan alasan curhat…

Kemarahan perlu teman dengan alasan curhat…

Kebencian perlu teman dengan alasan curhat…

Curhat adalah sarana untuk berbagi kebencian , kesedihan , kemarahan

Agar teman membenci orang yang sama dengan orang yang kita benci

Agar teman marah pada orang yang sama dengan orang yang kita marahi

Agar terlihat indah curhat diberi nama lain yaitu ventilasi

Lalu apa bedanya sifat kita dengan sifat iblis…

Karena di kutuk ingin mengajak teman agar sama-sama di kutuk…

Benarkah kita khalifah di muka bumi…?

Khalifah yang mampu memimpin diri sendiri dan alam…?

Khalifah yang memiliki kesadaran manusiawi-Nya…?

Manusia yang hidup berdasarkan kacamata Sang Maha Mengetahui…?

AddThis Social Bookmark Button


C A N T I K  

Disuatu pagi nan cerah
Seorang Gadis berkata pada ibunya

Ibu, engkau selalu terlihat cantik
Aku ingin sepertimu, beritahulah aku sesuatu

Dengan tatapan dan senyum haru
Sang Ibu pun menjawab

Untuk Bibir nan menarik
Ucapkanlah perkataan yang baik

Untuk pipi nan lesung
Tebarkan senyum ikhlasmu di muka bumi

Untuk mata indah menawan
Lihatlah selalu kebaikan orang lain

Untuk tubuh yang langsing
Sisihkanlah makananmu bagi fakir miskin

Untuk jemari tangan nan lentik menawan
Hitunglah doa dan pujianmu denganNya

Untuk wajah putih bercahaya
Basuhlah muka di setiap pergantian waktu

Anakku......
Kecantikan lahir akan pudar oleh waktu
Tapi kecantikan perilaku tak pudar meski oleh kematian

AddThis Social Bookmark Button


KENAPA  

08 Maret 2009

cintaku hari ini aku sangat senang sekali, memang cinta tidak dapat bisa dilupakan, rasa capek dan lelah tidak aku rasakan karena itu semua terhapuskan dengan ketemu cinta dan aku merasa senang banget bisa ketemu selama 1 bulan tidak ketemu.


maaf kalau aku pulang tidak kasih tau cinta. Tapi aku merasa senang bisa bertemu dengan keluarga cayang. dihari ketiga aku dijawa aku merasa senang dan bahagia. semoga cinta kita tidak akan bagai matahari yang tidak akn bosan menyinari bumi

AddThis Social Bookmark Button


Selingkuh? AMIT-AMIT, NO WAY LAH  

05 Maret 2009

Entah kapan ada ungkapan berbunyi " Kalau suami selingkuh, pertama-tama yang harus ditanya adalah si istri. Kenapa suami bisa selingkuh?” Nah lho! Padahal berdasarkan survey (entah siapa yang menyelenggarakan), kalau suami selingkuh, orang terakhir yang tahu perselingkuhan itu adalah istri. Karena selingkuh kan nggak pake laporan dulu, trus bagaimana menjawab kenapa suami bisa selingkuh?
Hebatnya lagi, kalau perselingkuhan terendus, reaksi dari suami bisa 2 macam, bisa segera insaf (berarti masalah dianggap beres, ada kata maaf dan janji untuk memperbaiki, rt aman untuk sementara). Sebaliknya, reaksi ekstrim bisa terjadi marah-tersinggung-benci kepada istri. Marah karena ketahuan aktifitas keenakan yang terganggu. Tersinggung karena gengsinya terusik ketahuan punya selingkuhan. Nyalahin istri, seolah-olah semua kejadian memalukan ini terjadi karena ulah istri yang kurang canggih lah, kurang service lah, kurang nyambung lah, kurang-kurang-kurang ajar! Mengaku salah? Gengsi bok!
Jika istri protes mempertanyakan kesetiaan pada komitmen hingga menitikkan airmata karena kecewa dan sedih, reaksi si suami bisa lebih arogan, yakni si istri yang harus memintamaaf (penyebab suami selingkuh) dan harus merubah diri agar si suami kembali ke jalan yang benar bak seorang pahlawan. Duuuuuh nggak fair banget ya! Capek deh! Emang sih, seperti kata lagu: Tidak Semua Laki-laki. Tapi itu lah jeritan derita para wanita korban selingkuh.
Tak terasa, Agustus 2007 ini, kami merayakan ulang tahun pernikahan yang ke 20. Telah dilewati pasang surutnya kehidupan pernikahan, yang menurut sebagian besar teman menganggap keluarga kami sebagai keluarga yang bisa menjadi inspirasi dan tauladan bagi banyak pasangan lain. Amin.
Jujur saja, sungguh tidak mudah menjalani dan mempertahankan, memupuk dan menyirami cinta agar bisa bertahan sekian lama dan seterusnya. Sudah pasti, bukan hanya tugas seorang istri, tetapi juga kewajiban bagi seorang suami untuk bersama berjuang kearah keselarasan!
Setiap perbedaan yang timbul, harus disertai niat, bukan untuk sebuah perpecahan, tetapi untuk menambah wawasan demi menyamakan persepsi. Maka setiap muncul perbedaan, ada gairah yakni tersedia sarana bahan diskusi yang saling menyemangati untuk menemukan kelebihan pasangan, bukan melebarkan jurang tak terjembatani. Sungguh ironis.
Netter yang berbahagia,
Pernikahan bukan akhir sebuah percintaan, tetapi awal perjalanan panjang. Bila komitmen telah ditancapkan, jangan mudah menyerah! Temukan keindahan perasaan saling berbagi, saling mengerti, saling belajar, saling memaafkan, saling mengalah, saling menyemangati dan tetap menjaga rasa cinta di dalam dada. Selingkuh? Amit-amit, No way lah!

AddThis Social Bookmark Button


TANDA PRIA IDAMAN  

Bila anda menemukan lelaki yang memiliki sifat yang baik, mungkin akan membuat anda bahagia. Anda mungkin mendambakan seorang lelaki akan mengajak ke pelaminan sehingga membuat anda merasa senang dengan diri sendiri. Sifat yang dimiliki lelaki baik adalah jujur, sensitif, baik hati, penuh kasih sayang, tulus dan sabar. Yang paling penting adalah dia selalu ada di samping anda kapan pun anda memerlukannya.
Kendati pun merasa takut, sangat sedikit lelaki yang tidak pernah akan terikat pada perempuan. Karena lelaki akan membuat komitmen jika merasa sudah menemukan apa yang dia cari. Kendati pun sulit di kelompokkan menurut kategori, anda akan segera tahu apakah dia pas untuk anda. Sehingga anda pun tahu bahwa dia siap membina hubungan jika dia senang menikmati waktu kebersamaan dengan anda.
Anda bisa mempertimbangkan lelaki tersebut, bila dia pernah menjalin hubungan jangka panjang sebelumnya. Dia bertanggung jawab dengan uangnya dan mempunyai pekerjaan tetap. Tanda lainnya lelaki anda tidak mempunyai hubungan dengan mantan kekasihnya serta tidak menelponnya. Mungkin dia mempunyai sikap yang sehat dan positif terhadap perempuan serta bisa mengendalikan kemarahannya. Dia bisa mengendalikan kemarahannya.
Jika lelaki anda mempunyai sifat-sifat tersebut, sebaiknya jangan sampai anda lepaskan dan usahakan sekuat tenaga untuk mempertahankan hubungan tersebut. Jangan sampai lelaki hidung belang mengelabui anda, kesempatan hanya datang pada satu kali dalam seumur hidup anda.

AddThis Social Bookmark Button


DAMPAK SELINGKUH  

MUKADIMAH

Islam adalah nizam (aturan) hidup yang paripurna, universal, dan integral. Tidak ada satu dimensi kehidupan pun yang tidak tersentuh oleh nilai-nilai kebenaran ilahiah yang ada dalam Islam. Islam sendiri merupakan solusi atas problematika kehidupan manusia, seperti demoralisasi yang saat ini menggelembung dalam kisi-kisi kehidupan masyarakat. Tidak ada solusi yang paling baik dan benar selain Islam untuk mengatasi dekadensi moral yang merambah setiap dimensi: mulai dari kehidupan pribadi, keluarga, hingga kehidupan masyarakat; mulai dari dimensi politik sampai dimensi sosial-budaya; dan mulai dari dimensi ekonomi hingga dimensi militer. Seluruhnya hanya dapat diatasi dengan kembali berpegang teguh kepada nilai-nilai kebenaran, kebaikan, dan keindahan Islam. Al-Qur`an menjelaskan,


“Apakah hukum jahiliah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?” (al-Maa`idah: 50)

Dewasa ini dunia diguncang oleh gelombang demoralisasi yang dahsyat. Demoralisasi ini semakin hari semakin merambah dan merasuki jantung kehidupan serta—tidak ketinggalan—panggung sosial kita. Panggung ini telah diwarnai kisah klasik pemerkosaan, perzinaan, perselingkuhan, dan drama pergaulan bebas. Akhirnya, anak-anak tidak berdosa yang lahir tanpa ayah semakin banyak. Mereka banyak yang telantar karena ayah mereka mengikuti “pendatang baru” (wanita idaman lain) yang dikaguminya. Banyak problem yang berkaitan dengan dekadensi moral lainnya. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya perceraian, perzinaan, dan perselingkuhan. Sepanjang tahun 1986 saja telah tercatat angka perceraian yang diakibatkan perzinaan, yaitu mencapai angka dua persen dari 140 ribu-an kasus perceraian di Indonesia (2.800 perceraian). Hal yang perlu diingat: jika dari 2.800-an orang yang melakukan perceraian ini, tiap lima orangnya membuahkan seorang anak, maka dalam setahun terdapat lebih dari 500-an anak lahir akibat perzinaan. Meskipun demikian, angka ini masih relatif kecil bila dibandingkan dengan yang terjadi di beberapa negara. Misalnya, di Prancis, jumlah anak-anak yang lahir tanpa kejelasan orang tua mereka mencapai 30%, Austria 50% dan di Belgia 60% (Saksi, No.7, tahun III, hlm.24, 19 Desember 2000).
Ditambah lagi, gelombang aborsi melanda pula kehidupan sosial kita saat ini. Hampir setiap tahun, bahkan bisa dikatakan setiap bulan, masalah aborsi selalu mencuat menghiasi halaman-halaman media cetak kita. Iblis aborsi yang dilakukan sebagian anak manusia ini sulit dipisahkan dengan yang namanya setan perselingkuhan dan pergaulan bebas. Hal itu disebabkan melalui dua muara inilah muncul saluran aborsi yang sangat deras, seolah-olah tidak mampu terbendung oleh kantong-kantong perasaan takut akan dosa. Aborsilah yang senantiasa menambah deretan angka dosa yang dilakukan anak Adam karena pihak keluarga tidak mau menanggung malu dan gunjingan orang lain. Terlebih lagi hal ini didukung oleh klinik-klinik yang telah melakukan praktik haram, seperti klinik Hermina yang berada di kawasan Tanah Tinggi, Jakata Pusat, beberapa tahun lalu. Begitu juga klinik lain atau rumah berkedok tempat pelayanan jasa atau pelayaanan sosial dan kesehatan, sebagaimana yang tejadi di daerah Kelapa Gading. Sebuah rumah telah berubah fungsi sebagai tempat melakukan praktik haram tersebut.

Meskipun demikian, di negeri kita angka tersebut masih relatif kecil dibanding negara-negara lain. Misalnya, di Amerika, angka aborsi mencapai 29%, Denmark 27%, Italia 25,7%, Swedia 24,9%, dan Jepang 27%. Namun, bisa dipastikan gerakan aborsi ini akan meningkat terus seiring bermunculannya multimedia yang mendukung lahirnya akar permasalahan aborsi, yaitu perselingkuhan dan pergaulan bebas.
Begitulah wajah dunia kita sekarang. Dunia yang gegap-gempita dengan ribuan jenis demoralisasi yang mewarnai setiap dimensi kehidupan.

B. SELINGKUH: HUKUM, SEBAB, DAN DAMPAKNYA

Selingkuh identik dengan affair. Selingkuh juga bisa diartikan hubungan intim atau penyelewengan yang dilakukan istri dengan PIL (pria idaman lain) atau suami dengan WIL (wanita idaman lain).
Perselingkuhan yang mencapai fase berhubungan intim adalah sama dengan perzinaan yang diharamkan dan dilarang, meskipun itu dilakukan dengan “suka sama suka”. Masalahnya, pada sebagian negara di dunia ini, termasuk negara kita, perselingkuhan masih belum dianggap problem yang membahayakan sebelum berdampak langsung kepada keluarga. Beda halnya dengan pemerkosaan. Semua orang menganggap bahwa yang disebut pemerkosaan adalah perbuatan bejat, hina, dan amoral yang membahayakan serta membuat obyeknya mengalami depresi yang berat. Lebih aneh jika ada suami-istri yang melegalkan perselingkuhan selama tidak menganggu keharmonisan dan keutuhan keluarga alias saling rela.
Perselingkuhan telah mewabah dalam kehidupan sosial kita. Perselingkuhan tidak pernah mengenal status sosial, tingkat pendidikan, taraf hidup, usia, kelamin, ataupun profesi. Oleh karena itu, hasil penelitian yang dilakukan “Frontier” menunjukkan bahwa 4 dari 5 eksekutif melakukan penyelewengan atau perselingkuhan. Berbeda dengan yang dikatakan Dokter Boyke Dian Nugraha. Ia mengakui bahwa tingkat perselingkuhan di kalangan orang bekerja lebih tinggi. Dokter ini menyitir dari sebuah survai yang dilakukan di Jakarta, diperoleh data bahwa 2 dari 5 wanita bekerja yang disurvai pernah terlibat perselingkuhan sampai tahapan berhubungan intim (zina/making love). Sementara itu, di kalangan pria bekerja didapatkan data bahwa 4 dari 5 pria yang disurvai pernah berselingkuh hingga tahapan zina (SWA 20/XVI/5-18 Oktober 2000, hlm. 24).
Majalah SWA menuliskan sebagai berikut.
“Adri (bukan nama sebenarnya), 45 tahun, manajer bank swasta nasional di Jalan Kebon Sirih, berputra tiga orang. Sudah lima tahun ini ia mengaku berbuat selingkuh tanpa sepengetahuan istrinya. Pasangannya adalah teman dekatnya atau wanita karir yang dikenalnya lewat pertemuan bisnis. Pria yang menghabiskan 2-3 juta rupiah per bulan untuk biaya selingkuh ini mengaku membutuhkan pasangan yang serasi dan sesuai, mulai dari obrolan, penampilan, dan kebutuhannya.
Lain lagi dengan Mira (bukan nama sebenarnya), 35 tahun, periset di lembaga riset pemasaran terkemuka, yang sedang dalam situasi kecanduan seks. Awalnya, diakui Mira, ia dan pria pasangan intimnya—kebetulan atasannya—sering bersama-sama bertugas ke luar kota. “Karena saking kulino dan merasa kesepian, maka kami melakukannya.” Akhirnya, Mira merasa seks bak candu yang membuatnya ketagihan hingga merasa perlu mempunyai dua pasangan tetap, seorang sudah berkeluarga dan seorang lagi masih bujangan.
Masih banyak Adri dan Mira lain yang kita temukan dalam lingkungan kerja atau bisnis di sekitar kita. Lebih-lebih bagi yang memiliki banyak uang dan memiliki kesempatan, yang disertai lemahnya iman. Orang ini akan sangat mudah terperangkap dalam jaring iblis perselingkuhan. Itulah gambaran perbuatan selingkuh yang telah membudaya di kalangan eksekutif kita dan yang telah menjadi nafas sehari-hari kehidupan sosial kita.

C. ISLAM MEMANDANG SELINGKUH

Selingkuh, baik yang masih dalam taraf coba-coba atau yang sudah sampai tahap hubungan intim, hukumnya haram.
Islam tidak saja melarang perzinaan, melainkan lebih jauh melarang umatnya mendekati perzinaan itu sendiri. Artinya, Islam menganjurkan umatnya untuk menjauhi perangkap-perangkap setan sebelum perzinaan. Maka, kita dilarang memandang wanita ajnabiah, ber-khalwat (berduaan), berjabat tangan, dan lain-lain yang menggiring manusia ke jurang kenistaan dan kehinaan zina. Perhatikan ayat-ayat Allah SWT dan hadits–hadits Nabi berikut ini.

“Katakanlah kepada orang laki-laki yang beriman, ‘Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.’ Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak daripadanya. Dan hendaklah mereka menutupkan hijab ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya, kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kaki mereka agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertobatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (an-Nuur: 30-31)

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (al-Israa`: 32)

“Ya, Ali, janganlah kamu mengikuti pandangan dengan pandangan yang lain, sesungguhnya bagimu pandangan pertama bukan pandangan yang terakhir.” (HR Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi)

“Sesungguhnya pandangan itu (memandang wanita lain) adalah anak panah iblis yang beracun. Maka, barangsiapa yang meninggalkannya karena takut pada-Ku niscaya Aku akan menggantinya dengan keimanan yang mampu mendatangkan kelezatan dalam hatinya.” (HR at-Thabrani)

“Setiap mata melakukan zina, dan wanita apabila memakai wewangian dan lewat di depan majelis (tempat berkumpulnya laki-laki) niscaya ia melakukan yang demikian dan yang demikian itu (zina).” (HR at-Tirmidzi)

“Janganlah laki-laki berduaan dengan wanita yang tidak halal baginya kecuali dengan mahramnya, karena yang ketiga adalah setan.” (HR Ahmad dan Syaikhan)

Beberapa ayat dan hadits di atas menunjukkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk menjauhi hal-hal atau langkah-langkah yang mendekati perzinaan. Ibarat kata pepatah “gunung yang besar itu dari kerikil kecil, api besar yang membara itu dari api kecil.” Maka, perbuatan zina itu juga lahir dari proses yang panjang, yang terkadang sebagian orang menganggap sesuatu yang biasa, seperti memandang, bercanda, makan malam, dan seterusnya.
Untuk jelasnya, perzinaan lahir dari sebuah proses perilaku dengan urutan-urutan sebagai berikut.
“Pandangan akan berubah menjadi lintasan pikiran; lintasan pikiran ini akan meningkat menjadi endapan-endapan yang melahirkan keinginan untuk menyapa, berbicara, kemudian perjanjian dan selanjutnya kencan. Ketika hati sedang jauh dari nilai-nilai kebenaran, maka kehendak yang melebihi kencan akan diputuskan oleh hati yang sedang galau dan jauh dari nilai Islam. Akhirnya, apa yang dirindukan setan akan terealisasi.”

D. SEBAB-SEBAB SELINGKUH

Secara singkat, kita dapat mengkonklusikan bahwa faktor-faktor atau sebab-sebab yang mempengaruhi perselingkuhan ada dua macam: sebab-sebab internal dan eksternal.

1. Sebab-sebab Internal
Petama, lemahnya iman. Keimanan seseorang merupakan benteng yang kokoh antara dirinya dan nilai-nilai negatif yang akan mempengaruhinya. Ketika iman tidak bekerja dalam ruang kehidupan seseorang, maka akan muncul keinginan-keinginan dan kehendak-kehendak negatif yang akan diputuskan oleh hati yang sedang sakit. Sabda Rasulullah saw.,
“…Ingatlah, sesungguhnya di dalam jasad ada segumpal daging. Apabila ia baik maka jasad (tindakan) semua akan baik, (sebaliknya) apabila ia rusak maka seluruh jasad (tindakan) akan rusak. Itulah hati.” (HR Muslim)

Artinya, hati yang didominasi nilai keimanan dan ketakwaan akan berbanding lurus dengan kebaikan-kebaikan yang ada. Ia tidak akan penah memutuskan kehendak hewani, pikiran yang jorok, dan syahwat untuk menikmati hal-hal yang diharamkan Islam.
Oleh karena itu, seorang muslim yang memiliki ketahanan iman yang kuat niscaya akan menahan gejolak nafsu berahi di luar bingkai Islam, kapan pun dan di mana pun. Inilah muslim yang cerdas dalam menyikapi kehidupan yang telah digambarkan Rasul kita.
“(Siapa orang yang cerdas dan kuat itu?) Beliau menjawab, ‘Orang yang cerdas (al-Kaiyis) itu adalah orang yang mampu menundukkan hawa nafsunya dan selalu beramal untuk hari kematiannya, sedangkan orang yang lemah adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan berandai-andai kepada Allah SWT.” (HR at-Tirmidzi, ia berkata, ‘Hadits hasan sahih’)

Kedua, upaya coba-coba. Ada sebagian pria dan wanita yang melakukan perselingkuhan hanya karena ingin mencobanya. Hal ini seperti yang diungkapkan Dokter Boyke, “Dari kasus selingkuh yang terjadi, banyak yang awalnya coba-coba, meskipun faktor kebosanan terhadap pasangan tetap ikut berperan.”

Namun, kalau kita kembali kepada masalah iman dan ketakwaan, mustahil orang melakukan hal itu selagi cahaya iman masih memancar dalam lubuk hatinya. Sesungguhnya, seorang muslim tidak pernah melakukan hal-hal yang tidak memberikan faedah, apalagi yang berhubungan dengan dosa-dosa besar. Rasulullah saw. bersabda,
“Termasuk kebaikan seorang muslim apabila ia meninggalkan hal-hal yang tidak befaedah.” (HR at-Tirmidzi)

Ketiga, ketidakcocokan dan kebosanan terhadap pasangan. Keharmonisan, ketenteraman, dan kedamaian merupakan sesuatu yang asasi harus dimiliki oleh sebuah rumah tangga. Hal ini ditujukan bagi suami-istri yang menginginkan bahtera keluarga berlayar tanpa menghadapi gelombang-gelombang besar yang membahayakan mereka.
Keharmonisan tidak akan ada jika ketidakcocokan selalu mewarnai rumah tangga. Lebih-lebih yang berkaitan dengan visi dan misi rumah tangga atau yang berkaitan dengan gaya hidup. Cahaya ketenteraman dan kedamaian sedikit demi sedikit mulai redup tatkala kebosanan mulai menutupinya. Selanjutnya, kecintaan dan kasih sayang pasti perlahan-lahan akan meninggalkan ruang keharmonisan keluarga. Akhirnya, pasangan suami-istri ini masing-masing akan mencari suasana baru meskipun diharamkan dalam agama. Dari sinilah mereka mulai melampiaskan keinginan dan hasratnya ke tempat-tempat hiburan untuk menghilangkan kejenuhan dan kebosanan yang ada dalam diri masing-masing. Maka, lahirlah gelombang perselingkuhan dan pergaulan bebas melalui proses panjang yang diawali dengan ketidakcocokan dan kebosanan dalam mahligai rumah tangga.

2. Sebab-sebab Eksternal
Sebab-sebab eksternal yang dominan adalah lingkungan yang kondusif untuk melakukan selingkuh—selingan indah keluarga runtuh—serta ajakan teman yang telah menikmati budaya perselingkuhan ini. Dokter Boyke berkomentar,
“Faktor yang paling sering menjadi penyebab terjadinya penyelewengan seks adalah lingkungan, termasuk lingkungan kerja. Pengaruh lingkungan masih sangat kuat, seperti yang dialami oleh eksekutif wanita yang memiliki tujuh rekan wanita, yang semuanya berselingkuh. Ia pun didorong-dorong melakukannya, malahan kalau tidak bersedia ia dilecehkan.”

E. DAMPAK SELINGKUH

Secara garis besar, selingkuh memberikan dampak-dampak negatif sebagai berikut:
- Budaya zina akan meningkat;
- Gelombang aborsi makin membesar;
- Angka perceraian akan meningkat;
- Keluarga berantakan;
- Anak-anak tanpa kasih sayang orang tua dan bisa telantar; dan
- Dendam yang mengakibatkan pembunuhan kekasih gelap (PIL/WIL)

Solusi
Dari uraian di atas, kita dapat mengkonklusikan bahwa perselingkuhan yang sedang membudaya di tengah-tengah kehidupan sosial kita ini bisa diobati melalui solusi sebagai berikut.
- Meningkatkan keimanan dan ketakwaan dengan berbagai bentuk ibadah yang terdapat dalam Islam. Selain itu, ia harus meyakini bahaya yang akan ditimbulkan akibat perbuatan ini, yang tidak hanya berdampak kepada dirinya sendiri. Ia pun harus takut akan ancaman Allah di akhirat kelak.
- Bergaul dengan orang-orang yang saleh.
- Untuk mengantipasi ajakan teman melakukan perbuatan haram ini, ia harus mencari teman yang baik, teman yang mampu memberikan nilai kebaikan selama ia bersamanya. Allah berfirman,
“Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan kehidupan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (al-Kahfi: 28)
- Mencari pasangan dengan cara islami.

Adalah sebuah fenomena di kalangan wanita: ada yang lebih suka melihat suaminya melakukan zina atau “jajan” di luar daripada berpoligami, atau ada suami yang merelakan istrinya melakukan hubungan intim dengan orang lain. Ini adalah fenomena yang tidak pernah tercatat dalam kamus kehidupan muslim. Tentunya, dalam hal ini suami harus mampu menegakkan nilai keadilan atau pinsip-pinsip dasar yang dituntut dalam berpoligami. Allah SWT berfirman,
“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka kawinilah seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. Yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.” (an-Nisaa`: 3)

Maka, dengan langkah-langkah seperti ini, kita berharap masyarakat semakin bersih dari budaya-budaya negatif, mulai dari budaya pacaran, pergaulan bebas, perselingkuhan, hingga perzinaan.

AddThis Social Bookmark Button


CARA MENCARI SUAMI ATAU ISTRI YANG BAIK DAN BENAR  

Sekarang, usia menikah kaum pria kian tinggi. Bukan hal yang aneh, bahkan pria yang sudah mapan dan penghasilan berlebih pun, tapi jodoh tak juga datang. Alasannya ternyata sepele, sulit untuk mendapatkan istri yang ideal dan mau mengerti. Tapi, sungguhkah demikian sulit? Sebenarnya tidaklah sulit memilih istri, jika para pria tak mematok "harga"�terlalu tinggi. Biasanya, harga yang tinggi itu karena tingkat ketakutan yang tinggi juga.
Harga itu biasnya berupa ketaatan pada ajaran agama dan suami, bertanggung jawab penuh terhadap rumah tangganya, memprioritasutamakan rumah tangga dibandingkan yang lain, menempatkan sang suami sebagai kepala keluarga, mengikhlaskan dirinya untuk mengelola rumah tangga, serta mengerjakan semua urusan rumah tangganya tanpa menunggu perintah. Gila, nggak? Padahal, menurut sikolog sekaligus konsultan perkawinan, Dra Ieda Poernomo Sigit Sidi, "Jika itu yang Anda harapkan, maka yang Anda cari adalah produk tahun 60-an. Sekarang "stok"�-nya sudah jarang!"�
Seseungguhnya, alasan yang sangat mendasar mengapa manusia itu perlu menikah yaitu dikarenakan kebutuhan psikologis. Sebagai makhluk sosial, manusia itu perlu berteman. Sahabat saja tidak cukup karena sifatnya yang bisa berubah-ubah atau tidak permanen. Secara psikologis kita memerlukan teman yang cocok dalam hal berbagi kehidupan. Isteri adalah pasangan hidup sekaligus teman hidup suami. Artinya, mereka sudah berikrar baik dalam susah maupun senang untuk selalu bersama-sama, saling membantu, dan dapat saling menerima apa adanya.
Itulah sebenarnya idealnya seorang pasangan hidup. Secara konseptual, istri yang ideal adalah istri yang bisa mengerti suaminya, dan sebaliknya, bisa dimengerti oleh suaminya. Namun, sebelum Anda menentukan wanita ideal untuk dijadikan pasangan hidup, Anda harus jelas terlebih dahulu dengan konsep diri Anda.
Kenali diri. Langkah pertama sebelum menentukan calon istri adalah kenali dulu diri Anda sendiri. Kalau Anda termasuk tipe laki-laki yang ingin selalu dihormati penuh sebagai kepala keluarga, Anda harus tahu konsekuensinya. Penuhi dulu nafkah keluarga, jangan cuma menuntut pada orang lain, tetapi tuntutlah diri Anda terlebih dahulu. Selain itu berusahalah keras untuk menjadi penanggung jawab keluarga secara penuh.
Jika Anda termasuk tipe pria yang tidak yakin terhadap diri sendiri, apakah bisa mencari nafkah secara penuh buat keluarganya atau tidak, maka sebaiknya cari istri yang bisa bahu membahu dengan suami, jangan cari yang bergantung terus pada Anda, karena jika begitu, akan terbayang kesulitannya. Kalau Anda juga termasuk orang yang tidak yakin terhadap kelanggengan pekerjaan yang Anda miliki, maka carilah juga istri yang bisa fleksibel dalam mengarungi kehidupan.
Sementara apabila Anda adalah tipe pria yang dibesarkan dalam lingkungan demokratis, tidak gender bias, dalam arti tidak mengenal pekerjaan pria atau wanita, maka Anda pun sebaiknya mencari pasangan yang seperti itu, sehingga tidak timbul bentrok nantinya.
Dengan mengenali diri Anda sendiri, maka dengan sendirinya Anda akan menjadi lebih mudah mencari siapa calon istri yang cocok, dengan segala kelebihan dan kekurangan yang Anda miliki.
Uji calon. Kenali keluarganya dengan mengajaknya ngobrol ringan tapi serius. Jangan-jangan calon Anda itu termasuk wanita yang kurang suka dengan keberadaan anak kecil di sekitarnya.
Lihatlah dengan siapa dia bergaul, seperti apa teman-temannya, bagaimana bentuk hubungan dengan teman-temannya, apakah tulus, solidaritas atau ada kekuatan. Kekuatan artinya apakah dia punya kekuasaan, atau karena dia memiliki banyak uang untuk memberi teman. Dengan mengenali teman-temannya maka Anda akan mengenali dia juga.
Pelajari sifat pasangan ketika berbicara mengenai pekerjaannya, sebab dari obrolan tersebut kita bisa tahu bagaimana cara dia mengklarifikasi suatu masalah.
Jadi, dalam mengenali calon pasangan Anda, jangan hanya mengenali sosok dia sendiri, namun juga dengan tiga hal di atas. Meski begitu, yang paling penting, adalah bersyukur dan menerima apa yang disediakan Tuhan kepada kita.

AddThis Social Bookmark Button


INDAHNYA MATAHARI HATI  

CINTA semua adalah anugerah yang diberikan setiap mahluk yang ada didalam alam semsta
jangan sampai kita menodainya atau menghianatinya, kita harus selalu percaya dengan pasangan baik dia berada disamping atau bahkan berada jauh dari kita, karena cinta harus dilandasi dengan kejujuran dan kepercayaan. Tapi kalau kita beradi jauh dengan orang yang disayangi, kita harus tetap setia percaya dengan pasangannya karena dengan gitu hubungan akan tetap terjalin selamanya

AddThis Social Bookmark Button


SUARA DENGARKANLAH AKU, APA KABARNYA PUJAAN HATIKU, AKU DISINI MENUNGGUNYA, MASIH BERHARAP DIDALAM HATINYA  

03 Maret 2009

sepenggal lagu ini menyeritakan bahwa cinta sejatiku jauh diseberang laut tapi dia dekat dihatiku, lagu ini juga menjadi saksi cinta kita bersatu, kasih datanglah dalam mimpiku karena aku sangat merindukan dan ingin selalu berada disisimu

AddThis Social Bookmark Button


 

Design by Marno